Toko Buku vs Kota

Seseorang
sebab asa ketuhanan
mendengkur
di sudut teka-teki
referensi-referensi glamour

ini kotaku
terbaca oleh atlas kumal
beberapa ruasnya
menyisa tembok tua
yang mengelupas
berberita sejarah pemikiran
kaum selebriti urban
yang etis dan pendendam

dari sebelah labirin rak
selembar kertas tanggal
dan terlempar
tepat di traffic light
lampu kuning
amsal dinamika kota
dalam percepatan komunikasi
dan silaturahmi seluleri
tidak hidup
tapi hidup

(aku membuka literatur
kaidah fiqhiyah yang rumit)

sore berselimut asap dan oktan
dan suatu bacaan
perihal seks yang nyinyir
atau politik yang slapstik
memerdekakan imajinasiku
berkhalwat dengan hantu

wahai
siapa membuka pintu tasawuf
siapa memuja pagar demokrasi
siapa berbekal ilmu transaksi
meneror inspirasi laki-bini?

sementara orang memendam
hasrat untuk kaya-raya
aku sempat membunuh majikan
di sebaris fiksi
berjudul “okultisme dari utara”
atau “kapitalisasi yang adolesen”

ini kotaku
merdu semata
dalam ensiklopedi.

Puisi: Toko Buku vs Kota
Puisi: Toko Buku vs Kota
Karya: Amien Wangsitalaja

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis

Post A Comment:

0 comments: