Tunas Tawa yang Kemarin
(: Cindy)

Pagi...
Mengapa kamu diam?

Apakah aku menyapamu terlalu sore?
Tapi sore ini semanis permen
Tapi tidak manja seperti daun-daun

Kamu ingin menjadi apa 10 tahun lagi?
Jangan jadi balon dan arum manis
Jadilah air putih atau sungai kecil berair hangat

Ah, aku ingin menciummu tapi aku takut jadi patung
Aku takut jadi buah manggis; takut jadi hantu

Aku lupa mencintaimu
Hari ini usiamu sudah menjadi tanah liat
Dan berdiam dalam kamar

Di sepanjang jalanan pagi tadi
Aku melihat tunas-tunas tawa kita yang kemarin,
Tuhan akan selalu menyiraminya.
Dengan pelangi.

Juni, 2009
Puisi: Tunas Tawa yang Kemarin
Puisi: Tunas Tawa yang Kemarin
Karya: Andy Sri Wahyudi

Baca Juga: Kumpulan Puisi Sungai
Loading...

Post A Comment:

0 comments: