Yobae

“Menjelang April, daun-daun pohon ara mulai bersemi.
Tapi kawah-kawah darah di hati kami membuncah lagi.”

Gemetar pelupukmu meneteskan batu-batu.
Seteguk soju perlahan-lahan mengetuk pintu.

“Bukan aku, tapi mereka yang mabuk.
Siapa membabat bunga perdu dengan bayonet terkutuk?”

Kemudian kaububuhkan bulan sekarat,
Semburat burung pada panorama pucat.

“Di terik kanvas aku berdarah mengasah warna.
Diamku diam tebing menjulang haus cahaya.”

Dan kembali kauimpikan pulau tenggelam ke balik asap.
Maut merentangkan sayap, menyelinap.

Seperti jejak pada salju, jam-jam jahanam telah berlalu.
Tapi amisnya masih tercium di rambutmu yang kelabu.

2006
Puisi: Yobae
Puisi: Yobae
Karya: Arif Bagus Prasetyo

Baca Juga: Kumpulan Tips Blog untuk Pemula
Loading...

Post A Comment:

0 comments: