Di Pantai Berpasir Maut Berdesir

ke pulau mana lagi
perahu menuju
setelah kayuh patah
badai yang datang
dari pulau seberang
tenggelamkan pulau
batas antara laut
di manakah maut?

di pulau bersumur minyak
nafsu berbiak
tangan mencakar
dendam mengancam
di pantai berpasir
maut berdesir
tak cukup mercusuar
jadikan tanda

jika memancar kematian
setiap waktu
sebab itu,
jangan lengah
sepicing abai
angin pun kering
setelah dua pulau
semayam di putingmu
hilang, akankah
bukit-bukitmu
runtuh
lalu, mau menari
di mana jemariku?
di pantai berpasir
maut berdesir.

12 Maret-20 April 2005
Puisi: Di Pantai Berpasir Maut Berdesir
Puisi: Di Pantai Berpasir Maut Berdesir
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Teman
Loading...

Post A Comment:

0 comments: