Gedhana-Gedhini

kami dua bersaudara 
aku perempuan sedang kakakku laki-laki
sepanjang waktu kami berseteru
dengan waktu
hingga uban terus tumbuh di kepalaku
sepanjang pelarian 
sepanjang lobang bambu
—yang terus-menerus menyelamatkan kami
hingga waktu sesekali terjebak di kebun labu
mengurai sepasang kaki 
yang terjerat tanaman rambat
aku mencintai kakakku
sebagaimana ia mencintaiku
sepanjang pelarian ini
kami tak henti saling memberi
mengisi rumah kami masing-masing.

Puisi: Gedhana-Gedhini
Puisi: Gedhana-Gedhini
Karya: Gunawan Maryanto

Baca Juga: Kumpulan Contoh Puisi Lama
Loading...

Post A Comment:

0 comments: