Puisi: Hujan: Dari Cerita yang Lain Karya: Isbedy Stiawan ZS
Hujan: Dari Cerita yang Lain

satu

langkahmu menjauh
ingin menanam hujan
di dalam akar pepohon
lalu menulis dingin di dahan
“kau tahu hari sudah
amat jauh dari rembulan, tapi
warna perak rambutmu
masih melambai…”
aduhai, jangan lupakan
ciuman sebelum pagi datang
ketika kau merapat di bantal
ketiak pagi meruap amis
dari keringat waktu
saat hujan bercampur garam
dan tenggelam di bawah pohon
Tapi, beri aku parit
untuk mengalirkan bau tubuhmu,
ketiak yang dipenuhi keringat
saat siang pekat
dan usah ulangi perjalanan
hujan telah menanam usiamu
di akar, di batang, di dahan
yang akan tumbuh esok
sebelum terbit matahari
kini diamlah
selagi hujan menanam waktu
dari cerita lain
rahasia


dua

demikianlah. hujan berwarna putih
pagi ini ke pelukku; di matamu cuaca
berkabut, dan jalan menyusut
kususuri lorong yang terasa jauh
- alangkah jauh -
di pipimu kulihat bentangan hujan
seperti sayap-sayap burung
yang menanti pemurung
meluruh sebagai sepi…
ah! aku tenggelam.

24 April-15 Mei 2005
Puisi: Hujan, Dari Cerita yang Lain
Puisi: Hujan, dari Cerita yang Lain
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Teman
Loading...

Post A Comment:

0 comments: