Impian Siang

akan ke mana siang ini
selagi matahari menyelinap
dan jalan terlihat berair,
keringat cair?

ke tempat itu lagikah
sepasang burung bersarang
atau mengitari luas kota
memilih tempat naung

melepas sayap murung
kota ini sudah terlalu riuh
tak lagi punya waktu
membangun sarang

atau sekadar canda
(apalagi mendaratkan
ciuman. Sayap-sayap luluh
udara kota melepuh
di seluas igau)

burung tak selamanya mengepak
udara sesekali meremang
jalan akan pula membentang
seperti waktu menyediakan jarak
: apakah diam di sini

mengeram masa datang?
9 Agustus 2005
Puisi: Impian Siang
Puisi: Impian Siang
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi tentang Teman
Loading...

Post A Comment:

0 comments: