Puisi: Kelak Ketika Kita Tua Karya: Isbedy Stiawan ZS
Kelak Ketika Kita Tua

SAYA maklum kamu tak akan pernah
sampai ke kedalamanku. kau begitu
sibuk ingin menguasaiku, dan kau 
tak pernah niatkan saya duduk 
di sebelahmu. atau memilin berapa
kata yang diperlukan hari ini, lalu
esok memburu lagi. katakata yang
kelak kita tua bisa menjadi teman 
gurau dan membunuh sepi

MAKA kamu selalu dirundung kecewa,
inginnya saya mati: di sumur, di laut,
di bukit, ataupun di udara. “kuingin
kau digulung gelombang dahsyat,”
ancammu. tapi, saya tak bergidik.

sebaliknya saya bermain dengan
ombak, awan, kedalaman air, juga
naik makin puncak gunung. “kalau
sudah ajal saya, sebab Tuhan amat
rindu. bukan murka...”

SAYA hanya menunggu. apalagi 
permainanmu, wahai waktu?

2 Oktober 2016
Puisi: Kelak Ketika Kita Tua
Puisi: Kelak Ketika Kita Tua
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Cinta
Loading...

Post A Comment:

0 comments: