Puisi: Lalu Kedua Tanganmu Bersayap Karya: Isbedy Stiawan ZS
Lalu Kedua Tanganmu Bersayap

lalu kedua tanganmu
terbuka, ingin mengajakku bersama terbang
setelah sayap-sayap memenuhi tubuhmu. aku tahu waktu sudah
amat malam. tak ada lagi yang akan pergi, kecuali inginmu

“jangan ragukan
kemampuanku, ke langit tujuh aku bisa sampai
dengan sayap-sayapku di tangan ini. akan kubawa ke tempat-
tempat indah – berumput hijau dan salju, sungai bening dan
dingin – dan kumau kau mencintaiku,” katamu

tanpa kata-kata itu, aku
sudah mencintaimu Kekasih. tak perlu 
kau susun sayap-sayap itu, kita akan tetap terbang. seperti malam-
malam yang sudah. bukankah kita lalui malam hingga kau terpejam
di dadaku?

kini kau siapkan lagi
sayap. tak ada nyanyian juga ayat-ayat mantra
kecuali senyumanmu. lalu sayap-sayap di kedua tanganmu 
mengembang. kepaklah agar segera kita tinggalkan malam
di bumi, benderang di tempat lain

“o, sudah berapa malam
percintaan yang kita jahit pada sayap
di kedu tanganmu, hingga serupa layar?” bisikku

“seperti menanak
makanan untukmu aku tak akan menghitung
berapa kali sudah kujamu di meja makan?” balasmu

dan kini siaplah, akan
kuajak kau terbang. menyiang percintaan
dengan jiwa yang santan.

10-19 Oktober 2014
Puisi: Lalu Kedua Tanganmu Bersayap
Puisi: Lalu Kedua Tanganmu Bersayap
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Sahabat
Loading...

Post A Comment:

0 comments: