Matahari Berdiam di Mataku

saat terbangun, matahari
sudah berdiam di mataku:
tak ada kopi hangat di meja
aku begitu rindu
tak ada kicau murai
aku sangat berharap

fajar lesap cepat

tamu-tamu sudah pergi
di dapur kuhidupkan api
merebus kopi:
untuk kita
pahit?
kecup bibir gelas itu
sisa manisku kekal.

10 September 2017
Puisi: Matahari Berdiam di Mataku
Puisi: Matahari Berdiam di Mataku
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Sahabat
Loading...

Post A Comment:

0 comments: