Negeri yang Kuimpikan

Akhirnya negeri yang kuimpikan sepanjang
tahun-tahun terpenjara kini jadi nyata
Meski harus ditebus dengan air mata dan
luka, kubangun juga di atas puing atau
pasir-pasir

Negeri yang kurindu kini menghadap matahari
Di tanahnya terhampar sawah, hutan, ladang,
padang golf, kondominium, dan relestat. Tapi,
semua itu bukan milikku

Di atas luka-luka, negeri dibangun. Di atas
airmata anak negeri, kau berpesta ! Bertahun-
tahun dalam bayangan menjadi tuhan !
Lalu, tigapuluhdua mil perahu begeri berlayar
Di lautan bergelombang dan berbadai
Aku hitung berapa kali kekalahan
dan kehancuran yang tak tertulis
dalam sejarah

Bagai bangunan yang dibuat dari pasir
lalu terhempas oleh gelombang. Begitulah
aku mencatat perjalanan negeri ini

Akhirnya negeri yang kuimpikan sepanjang
tahun-tahun duka kini terbit juga
Tanpa senyum dan tangis kusambut:"baru kini
aku sungguh-sungguh merdeka!" kata padang golf,
sawa, ladang, konominium, dan relestat
hampir bersamaan
Lalu, mereka pun menyanyikan lagu
kembalikan Busangku ke tanah tercinta.

Mei-Juni, 1998
Puisi: Negeri yang Kuimpikan
Puisi: Negeri yang Kuimpikan
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Sahabat
Loading...

Post A Comment:

0 comments: