Pejalan itu

berhentilah pejalan itu di sebuah persinggahan
setelah tikungan akhir di antara pepohonan
saat embun masih menghiasi wajah daun dan
ia sudah begitu lelah menghitung jalan, menyingkirkan
tiap kerikil dan membiarkan si tua jalan lebih dulu
di depan. juga memberi sepotong daging
untuk seekor anjing kelaparan. “anjing itu lebih
berharga nyawanya,” ia membatin,
dan melihat seorang kaya gegas meninggalkannya

langit masih hitam. embun belum jatuh. seorang buta
meraba jalan untuk pula sampai di persinggahan
itu agar tak terlambat. agar ia tak mati
gigil oleh embun

dan percakapan malam...
14 Juni 2016
Puisi: Pejalan itu
Puisi: Pejalan itu
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Pendek
Loading...

Post A Comment:

0 comments: