Peristiwa Lain tentang Laut

kenapa selalu kau menyebutku lalut, sedang aku cumalah air terhampar
menyilakan kapal-kapal berlayar mencari bandar
ataupun pada akhirnya terdampar
- tenggelam? -

mestinya kau tidak memanggilku laut, karena daku tak pula kuketahui
: apakah aku danau, kolam, atau...?

hingga akhirnya musa membelah jadi dua bagian
lalu si laknat yang datang kemudian terjepit setelah titian itu kembali pecah
oleh satu pukulan tongkat. jadilah daratan, kembalilah ke asal! 

apakah asalku adalah gelombang sehingga kau selalu menyapaku laut
mungkin pula aku daratan lalu banjir dari kota nuh memuara sehingga kau memanggilku laut laut...?

alangkah rindu aku pada genangan, banjir bandang
atau kota-kota yang dijungkirbalikkan
agar aku jadi peristiwa lagi, seperti telah kau ceritakan
turun temurun
di nukil dalam kitab-kitab yang mungkin bisa kautinggalkan di lemari

akankah musa datang lagi dan menghentakkan tongkatnya ke tubuhku
agar para laknat terkubur dalam jiwaku

bahkan kuinginkan nuh membikin kapal lain sebelum banjir,

kemudian aku pun ikut menghanyutkan kota
jadi tak bertanda:

di antara gunung-gunung, kapal-kapal, angin yang menggulung
aku pun jadi hidup bersama gelombang, topan, dan ancaman

untuk kau tandai
sebagai rahasia
betapa maut dan hidup sejalan dalam denyutku.

19/10/2009
Puisi: Peristiwa Lain tentang Laut
Puisi: Peristiwa Lain tentang Laut
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Puisi Sahabat
Loading...

Post A Comment:

0 comments: