Puisi: Aku Pendatang Karya: Isbedy Stiawan ZS
Aku Pendatang

jalan menuju rumahmu, 26 tahun lalu, penuh belukar. yang kutandai hanyalah
sebatang pohon, ia tak pernah lupa mencatat lalu mengingat setiap pendatang
baik tak kaukenal maupun sudah kerap berkunjung. wajahmu merah
semangka akan tersenyum, dan dari sana menebar aroma yang mengekalkan
perantau bagi rumah dan kampung kelahiran

tapi ilalang yang memenuhi jalan setapak menuju rumahmu, sekarang sudah
hilang. hanya sebatang pohon masih menandai setiap yang pergi dan
pulang. langkah pertama kala merantau kekal di akar-akarnya di daun-daunnya;
mencatat setiap nama, melupakan bagi yang meninggal
kau pun lalu mengirim atau menaburkan bunga sebagai tanda berduka
setelah itu kembali mewarnai wajahmu hingga merah semangka. dan setiap
yang datang kauberikan wanginya…

kini, setelah 26 tahun, aku mengenalmu lagi. buah semangka di wajahmu
masih tetap kukenali, juga ranum apel yang tumbuh di halaman rumahmu
setia menungguku pulang. tapi mengapa kau begitu asing? kenapa kau seperti
tak mengenalku, begitu asing menatapku?

aku hanyalah pendatang yang sekejap singgah

6/4/2008
Puisi: Aku Pendatang
Puisi: Aku Pendatang
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Contoh Kata Sinonim
Loading...

Post A Comment:

0 comments: