Puisi: Bukit Jagal Karya: Isbedy Stiawan ZS
Bukit Jagal

sampai di leher bukit. matahari terasa menggigit,
tapi kakiku yang makin letih tak juga mau memilih

aku belum ingin berhenti sebelum waktu
benar-benar mati. apalagi aku sudah jauh
membelakangi rumah. - juga dirimu? -
cuaca makin berselimut
penuh oleh kabut
dan tanah bercincau

mungkin sesaat lagi mautkah memagut?

ini leher bukit, sangat terjal
seperti batu-batu yang terjungkal
sebelum kupanggul mencapaimu
yang kubaca di dalam kisah-kisah

ini leher bukit, sangat terjal
tempatku terakhir untuk kaujagal!

duh, Bapak
bagaimanapun aku ini anakmu

2005
Puisi: Bukit Jagal
Puisi: Bukit Jagal
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Makna Ungkapan Lengkap
Loading...

Post A Comment:

0 comments: