Puisi: Jam Gadang Karya: Isbedy Stiawan ZS
Jam Gadang

waktu selalu tak abai. Ia merekam segala geraksegala lirik,
meski aku diam-diam hendak membunuhmu seusai
ciuman dan senyuman: pagi tadi, malam-malam lalu….

tapi kau tak pernah sedih melihat waktu terus mendaki
lalu tergelincir di balik matahari tenggelam. Di bagian barat
tubuhmu, sudah kutandai seluruh berkas
- segala sisa jemariku -

akan kausebut apa lagi, bahkan akan kaucatat dengan apa
segala percintaan dan pertikaian? di bawah menara ini (mercusuar?)
matahari tetap jalan, bayang-bayang hilang
dan aku-kau masih bersitatap
seperti menanti malam mendekap

simpan suara ganto di hatimu yang papa
sebelum kerbau-kerbau itu benar-benar datang
membawakan padamu lenguh panjang

kita akan rebah
selamanya istirah
Bukittinggi 1997, 2003
Puisi: Jam Gadang
Puisi: Jam Gadang
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kamus Sinonim Online
Loading...

Post A Comment:

0 comments: