Karel Doormanstraat
(: bersama Asjone Martin Sikumbang)

langit seperti luruh dan kuingin
tangkap kabut putih yang diam
di kelopak mataku. serupa kapas
dingin di tubuh. ada getar meski
tak bisa kuraba maut yang tiba
di jalan karel doorman ini
aku menghimpun kata tapi tak
juga tersusun namaku

betapa sulit menyusun kalimat
dalam gigil ini, selain curiga
dan benci. tanah air yang kurindu
serasa cepat lesap. nama-nama
kawan menjelma jadi lawan. pisau
tumbuh dimana-mana, bagai burung
terbang bebas: menajam mata
amat merah. --kau penujum suci
kini jadi penujah. menubuhkan
amarah

silang-kata, warna jalan berdarah. kau
menulis pisau dan luka. kuantar perban
membalut dendam, menutup mata
pisau. "jadilah tunanetra. gelap semesta,
benderang di hati!" kalimat itu
sebagai pembuka,

mula meniti. setatap kita. di mata
meluap embun.

8 November 2015
Puisi: Karel Doormanstraat
Puisi: Karel Doormanstraat
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Syair Rindu Sahabat
Loading...

Post A Comment:

0 comments: