Puisi: Kota Pendatang Karya: Isbedy Stiawan ZS
Kota Pendatang


(1)
 
di kota ini aku bukanlah pendatang
pengembara yang singgah
tanpa menenggak minuman

tapi aku yang mencecap tuban
kota ini,
dan menanam ari-ari di samping rumah
mengais setiap nafas
yang dimuntahkan pabrik dan pegunungannya

aku yang menulis kota ini
dari tinta yang kulukai dari ujung jemariku


(2)

malam di kota ini
hujan turun bersama huruf-huruf
merangkai namaku:
"di sini aku lahir
di kota ini pula
namaku jadi abadi

menghitung ulang
setiap langkahku
juga mabuk dan cintaku."

kota yang selalu menatapku asing
mencatatku sebagai pendatang
pengembara yang hanya singgah
lalu mencecap tuban
kota ini
sebelum lalu...

 
(3)

setelah lelap di kotamu semalam
aku terbangun dengan matahari
lahir di keningku

setiap yang kulangkahi
getar cahaya muncul dari
daun-daun
bukit-bukit, dan puncakmu

di kota ini aku datang
di ini kota pula
aku akan pulang


(4)

gerimis mengurai
hatiku yang risau
kembali teringat kota
yang telah membuat kenangan kekal
"aku bukan pendatang
di sungai alamatku mengambang
dan tanggal kelahiran yang selalu
membayang," kataku
ketika kau bertanya
apa sukubangsaku?


(5)

hujan pun reda
tapi kotaku masih basah
tiada cahaya
jalan-jalan pengap
"ini malam kelahiran kotaku
dirayakan meriah
di kelimunan rakyat papa
- anak-anak kurang gizi,
mati sebelum diterima dokter
karena tak ada uang -

anak-anak yang lahir di kota ini
2010
Puisi: Kota Pendatang
Puisi: Kota Pendatang
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Peribahasa Beserta Maknanya
Loading...

Post A Comment:

0 comments: