Requiem

baru saja gerimis reda, ketika iringan panjang itu melewati
jalan ini. mungkin kau tak pernah rasakan pedihnya kehilangan
cinta dan segala yang dicinta

namun matahari yang redup tetap merekam segala langkah
dan gumam. wajah-wajah yang menantang jalan itu kian
tampak pasi, menatap masa depan yang juga legam. baru saja
gerimis menghapus segala kenangan yang dibangun
di antara keringat dan semangat hidup abadi!

jika matahari tak juga menyala, kau boleh mencatatnya
sebagai requiem. namun sejarah akan terus berulang. terus
berulang. sebagaimana tangis dan tawa yang pertama
ditanamkan
ke tubuh manusia. begitulah…

lalu rumah akan kembali sunyi. namun percayalah, matahari
akan
tetap menepati janji. terbit dari balik jendela atau pintu rumah
ini, memberikan segala kesetiaan. layaknya jarum jam yang tak
pernah
mengaku kalah meski beribu kali mendaki dan tergelincir

mungkin setelah gerimis ini benar-benar reda, baru kau rasakan
hidup dan kematian akan berulang. sampai jalan-jalan sungguh-
sungguh patah

27 Juli 2001
Puisi: Requiem
Puisi: Requiem
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Ungkapan dan Makna
Loading...

Post A Comment:

0 comments: