Puisi: Sepasang Kunang-kunang di Diggers Karya: Isbedy Stiawan ZS
Sepasang Kunang-kunang di Diggers

selepas isya kau menawarkan jalan
hingga mataku benderang
"ke mana?" tanyaku
kau melepas senyuman lalu memegang
tanganku: menyusuri jalan sehabis hujan
tidak menuju kafe di bebukitan beratap langit
"khawatir hujan, ke mana kita berteduh."

maka kutawarkan diggers*), juga di bebukitan
kawasan pahoman. bila malam lampu-lampu
di bawah sana bagai jutaan kunang-kunang
dan sehampar lautan
"kalau aku bisa terbang akan kubawsa kau
mengitari kota tua itu," bisikku
"kalau aku perahu akan kubentangkan layar
dan kuajak kau membelah gelombang," balasmu

tapi kita sepasang kunang-kunang di diggers ini
di meja yang dulu sekali kita kunjungi
- tak juga berubah -
memandangi setiap orang datang
menggandeng atau memegang pinggang

duduk di kursi bagian atas
ataupun menuruni tangga 
dan mencari tempat di bawah langit benderang
apabila tanpa hujan...

kini kita datang membawa kenangan
"bukan, aku bersama janin dalam rahimku;
sedang kau ayahnya..." ujarmu sambil
menyeruput es rosalinda

"sungguh indah jika nama itu
disemat pada bayi yang
akan lahir nanti...." balasku
lalu menghabisi juspokat
dicampur susucoklat

sekiranya...

15/12/2010; 00.21

*sebuah kafe (waroeng) Diggers di kawasan Pahoman
Puisi: Sepasang Kunang-kunang di Diggers
Puisi: Sepasang Kunang-kunang di Diggers
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Contoh Website Objek Wisata
Loading...

Post A Comment:

0 comments: