Puisi: Abraham Tua Karya: Frans Nadjira
Abraham Tua

Di depan perapian kudengar desis sungai
Ledakan awan dan suara mirip ular air.
Abraham memeluk lutut tuanya
Sepi memanggilnya di getar asap api.

Getar hampa, seberkas percikan api
Angin jeli termenung dekat jendela.
Abraham tua menabur benih matahari
Dari rahasia angin dan bukit lempeng cahaya.

Mimpi membuat jarak Asap api, sengat sungai
Suara-suara dari gua di ujung sebuah ladang.
Abraham mengerang Ia menyebut gua Makhpela
Ladang luas yang terhampar di sebuah buku.

“Kau tahu cara menangis dan tidak menangis.”
Kuletakkan buku itu di tangannya yang bercahaya.
“Semua yang mekar akan kekal di tanah.
Tiba di batas langit malam hari,
saat perjalanan lain dimulai. Duduklah di sini.”

Ia bicara sepanjang malam, menatap perapian
Aku melihat darah bumi di nyala api.
Ular, pohon yang tumbuh di tengah taman
Mereka yang hidup di jalan-jalan, cambuk rami
Deretan panjang rumput liar diserap matahari.

Lempeng cahaya di bukit
Sungai kering berbatu bermuara di buku tua.
Kumasuki buku di pangkuan Abraham
Kubawa kerajaan ubur-ubur dari lautku
Taring angin barat Candi Borobudur, relief angin
Cetak biru waktu di sudut lambat matahari.

Kami berbaring di pasir pantai yang hangat
Kesunyian luas membelah laut. Kesunyian
layar-layar bernafas di dada laut
Seperti gema gua, Abraham berkata:
“Aku kehilangan ketika memikirkannya.”
Kujawab:
“Kita hanya membuat bayangan
yang mengisi ruang kosong.
Bayangan senja hari berlari di dalam mimpi.”

Kami tahu bahwa hal itu pasti terjadi
Gema sunyi gua Makhpela  Gema gemeretak perapian.
Gema yang berlari tanpa gema Telapak kaki memucat
Cinta yang tak pernah padam Desis lidah ular Debu
Pencuri yang menyembunyikan cahaya matahari
Matahari yang menyembunyikan nyala api.

Abaham tua mencari sumber sunyi patung-patung
Bunga-bunga pasir dan mekar awan hitam.
"Manusia lahir ke dunia 
agar semesta punya teman bercanda"
Jiwa dalam badan jadi pengembara terbungkus kabut.

Puisi: Abraham Tua
Puisi: Abraham Tua
Karya: Frans Nadjira

Baca Juga: Puisi Kangen
Loading...

Post A Comment:

0 comments: