Abu dan Asap Rokok

lemah tatapan abu kepada asap rokok itu
seperti hujan yang melepaskanku dari pelukanmu

di separuh tubuh yang masih menyala
jatuhlah engkau yang tak lagi utuh
menarilah aku, asap yang tak ingin menetap

tak akan kusalahkah sang api
ketika sebatang tubuh itu 
perlahan kehilangan raga 
sehingga terciptalah kita 

karena bagi sang apilah
maaf dan restuku tertuju

bukankah kita akan selalu bersama, katamu
namun aku tak pernah yakin kita akan utuh 
dalam satu tubuh

kau atau pun aku mau tak mau 
mesti merelakan segalanya menjadi wajar

mungkin kau tak lagi merasa lengkap
setelah jatuh di lantai yang mengkilap
tapi itu hanya akan terasa sebentar, percayalah
ada peristiwa lain yang akan mengembalikanmu
kepada tanah, tempat yang lebih sabar 
ketimbang mimbar masjid 
yang menampung setiap khotbah 

sementara aku,
akan segera lenyap di dingin pagi

nanti, saat tiba di awan, akan kubujuk hujan 
agar membuatmu menyatu pula dengan tempat lain

kau selalu diam dalam sejarah masa silam, mengapa?
adakah hujan jatuh pada musim yang salah, tuan?

Bandar Lampung, Juli 2009
Puisi: Abu dan Asap Rokok
Puisi: Abu dan Asap Rokok
Karya: Fitri Yani

Baca Juga: Puisi tentang Kekayaan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: