Alnagi

selalu kau bangunkan aku dengan sepi dan api
padahal belum tunai mimpi terbuai
di malam yang gulita

katakan padaku
bagaimana bertahan dari resapan air hujan
jika setangkup atap pun
sudah tak ada

bukankah buliran air
setitik-titiknya
akan mengalir juga dari lubuk mata

berpendaran di bumi
menumbuhkan benih yang suci

katakan padaku
bagaimana rupa cahaya yang ditiupkan
pada segumpal darah,
mengapa tiba-tiba hadir
dalam rupa
yang tak kukenali

katakanlah
bahwa gelap adalah nyata

agar ketika sampai waktuku
melepasmu
mataku akan meredup
lalu diresapi air hujan yang datang berkala

sebab kau adalah daun-daun
yang terlepas begitu saja dari tanganku
dan tanganku adalah ranting patah

meski sama-sama kita luruh
namun tubuhmu
tak kuasa kusentuh

"kaulah tunas pertama
yang tumbuh di musim kemarau"

Agustus, 2011
Puisi: Alnagi
Puisi: Alnagi
Karya: Fitri Yani

Baca Juga: Puisi tentang Kolam
Loading...

Post A Comment:

0 comments: