Bangkit!

Hari-hari pucat berlari cepat
Tak ada waktu menunggu.
Bangkit!
Mereka telah ambil
tajam silau matahari kita
Mereka telah ambil kata-kata
dari sayap malaikat
Kelepak  pudar
Bayang-bayang wajah kita.

Bangkit!
Berikan pekik yang lain. 
Nyalakan kilau gerammu.
Berlari lebih gemuruh dari
degup jantung pengecut itu.
Kau tahu berita duka 
Dan daun gugur
di lereng-lereng kuning
Tak ada yang menangisi.
                          
Hamparan pasir
di antara dua sisi jembatan
Menunggu surat-surat tak tertulis
dari pelabuhan kabut.
Gerimis dingin menyayat
Menggigil
Di tengah pesta kembang api.

Di tempat ini
Mereka pamit berpisah
Menatap cemas jalanan 
Diterjang angin
tak berlengan tak berkepala.
Bangkit!
Kalian nakhoda
dari nasib tanah perkasa. 
Kalian akan melepas
Burung-burung gema
yang akan menggelar
Pengadilan jalanan 
Dengan tangan-tangan petirnya.

Puisi: Bangkit!
Puisi: Bangkit!
Karya: Frans Nadjira

Baca Juga: Puisi tanpa Lebay
Loading...

Post A Comment:

0 comments: