Puisi: Di Bangku Penumpang Karya: Fitri Yani
Di Bangku Penumpang

saat langit membiarkan pintunya terbuka
dan fajar melangkah 
dengan kaki-kaki yang rapuh
duduklah ia di bangku penumpang
roda-roda berderit di dadanya
ribuan kalimat susun-menyusun di matanya

langit memandang hampa
pohon-pohon memipih di ujung cakrawala
wajah seorang wanita melintas di kepalanya
wajah yang samar dan penuh memar
hingga ingatannya surut ke suatu sore
di lorong gelap
ke seorang lelaki yang mencuri suaranya
tepat tiga hari sebelum ia melihat warna awan
berubah merah
dan darah mengalir dari landai pahanya

kini di bangku penumpang 
wajahnya lengang dan berkabut
lepas dari ikatan yang ia namai keluarga
lepas dari tangan-tangan yang membelai
sekaligus mencengkramnya

di bangku penumpang 
dengan wajah penuh hujan 
ia lafalkan nama-nama masa depan 
yang kelak akan tumbuh di rahimnya.

Tanjungkarang, Agustus 2014
Puisi: Di Bangku Penumpang
Puisi: Di Bangku Penumpang
Karya: Fitri Yani

Baca Juga: Blogger Indonesia
Loading...

Post A Comment:

0 comments: