Insomnia

malam hanya sepotong kertas karbon
hitam ditembusi cahaya
lubang demi lubang seperti lentera
di balik tirai

di bawah mata bintang dan bulan
mataku tak bisa terpejam
terjaga dari segala arah
gambar-gambar berjalinan dalam sebuah peristiwa
berulang-ulang
seperti sebuah adegan film picisan
merekat dalam bingkai ingatan

kenangan saling berdesakan 
di wajah dinding muram
masa depan bermunculan
sebagai gambar yang ragu

aku kebal pada semua jenis obat tidur
kebosanan kian menyala berlarut-larut
setiap gerakan seakan melarikan diri 
dari ruang satu menuju ruang lain

sepanjang malam
terdengar gesekan biola dari tetangga
merayap dengan kicauan nada menyedihkan

semua orang terjaga dan lampu-lampu menyala
semua orang bekerja dalam pengulangan belaka
menaik-turunkan celana memilih-milih busana 
orang-orang bermata rabun dan kosong
mengganti topeng seakan waktu selalu menipu 

di kamar ini aku seakan ingin dicuci otak.

Juli, 2013
Puisi: Insomnia
Puisi: Insomnia
Karya: Fitri Yani

Baca Juga: Travel Blog Bahasa Indonesia
Loading...

Post A Comment:

0 comments: