Lukisan

saat kamu dan dia bersatu, benda-benda di sekitarmu
seketika akan berada dalam lukisan seorang perenung
yang senantiasa bersaksi dan menunggu

bersaksi atas luka di telapak kakimu
menunggu hilangnya segala jenis debu
yang singgah di tubuhmu

lukisannya adalah himpunan warna
yang terlihat bagaikan fajar di balik pegunungan
di dalamnya, ada satu titik yang akan selalu
membuatmu bertanya, itukah inti kemarau
ataukah pemilik cahaya yang kerap singgah di dadamu

perjalanan yang mengantarkanmu kepada dia
baginya seperti garis lurus yang tak pernah ia beri warna
apatah lagi nama

ketika semua warna dalam lukisannya menjadi abu-abu
pada saat itu pula ia akan mundur perlahan
membiarkan semua benda keluar dari lukisannya
dan kembali ke tempat semula

maka kekallah kamu dan dia yang berdekapan
di dalam lukisan itu.

2009-2010
Puisi: Lukisan
Puisi: Lukisan
Karya: Fitri Yani

Baca Juga: Puisi tentang Kekalahan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: