Membaca Nama-nama

Berlatar marmer hitam
nama-nama dicat warna emas
Seperti topeng cahaya
bergerak dalam kegelapan.

Tanpa suara
melangkah ringan di tanah perbatasan
Menatap hampa
Debu bergayut berat di matanya.

Nama-nama membagi
kartu duka tak terbaca
Luka-luka pucat
meraba dalam gelap. Usia muda
Pohon-pohon hening
menyanyikan lagu sendu.

Semua sudah berakhir.

Rasa haus dan tetes embun
Jalan-jalan berumput
Berbercak darah dan serpihan
daging hangus
berpencaran dalam kelam malam.

Aku mencari namaku
di antara tiga ratus nama-nama bisu
Di antara topeng-topeng pelangi
di langit yang melepuh.

Pelangi di langit malam
Pelangi di ujung kelam
Menarikan tarian lebah
dan kucing jantan yang berahi.

Di sekeliling jembatan rapuh
kunang-kunang membawa
aroma hutan sehabis hujan
Terbang bergetar
menyebut nama-nama berwarna emas.

Dan mawar melangkah diam
Di deretan nama-nama itu.

2009
Puisi: Membaca Nama-nama
Puisi: Membaca Nama-nama
Karya: Frans Nadjira

Baca Juga: Puisi karya Nersalya Renata
Loading...

Post A Comment:

0 comments: