Puisi: Parangkusumo

Parangkusumo

tapak kaki kuda, pasir-pasir, bunga pandan
dan sampailah pada hamparan biru
yang berwaktu-waktu kuburu

ibu parangtritis, bapa merapi, putera keraton
satu garis sunyi menggebu dalam seru angin
pada pagi pada malam pada jam-jam siangku
membawa birahi dari kucuran peluh, terik doa
dan tandas airmata
mengharap kau tiba dengan kereta kencana
menapak udara
campuran pasir, laut dalam diri
simpang siur wajahmu, sayup-sayup rambutmu
seribu kuda putih meringkiki detik-detik sunyiku

waktu waktu kuburu pencarianku kuburu
sampai ruhku menemumu

Puisi: Parangkusumo
Puisi: Parangkusumo
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Pegawai

0 Response to "Puisi: Parangkusumo"

Posting Komentar

close