Puisi: Sajak Bonsai Memandang Pagi Karya: Frans Nadjira
Sajak Bonsai Memandang Pagi

Jadi apa makna bercak darah?
Tirai tembus pandang bergetar dalam cahaya
ketika dingin menyentuh kemilau embun.
Ia ingat jejak mawar dan semua yang pernah
menyapanya. Ia ingat:
Potret mempelai dalam pakaian adat
Seperei dengan tulisan tangan
tak terbaca. Ah.
Perkawinan. Akar pohon kerdil.

Yang sengaja dikerdilkan
Beringin kecil dekat jendela.

Sesudah sarang merpati, pemandangan menjadi
biasa dengan akar-akar kerdil dan ikan hias
Dan ia membasuh tangannya dengan wajah bahagia
Serta segala yang pantas diperlihatkan

Puisi: Sajak Bonsai Memandang Pagi
Puisi: Sajak Bonsai Memandang Pagi
Karya: Frans Nadjira

Baca Juga: Puisi karya Sujarwanto
Loading...

Post A Comment:

0 comments: