Puisi: Suatu Waktu

Suatu Waktu

suara serangga menuntun perjalananmu
menggapai senja
perempuan itu menunggu di ambang pintu
dari waktu ke waktu burung-burung di udara
meluruhkan bulu-bulunya
sehelai hinggap pada kenangan
dan senja tertatih menapaki letih

aku dengar jeritmu
ketika malam penuh lolong serigala
ketika negeri ini diserbu petaka tak berkesudahan
kembali burung-burung kecil itu memekikkan tanya
pada garuda tua yang hampir rontok seluruh bulunya

menjadi fana dalam kepedihan
perempuan itu menjelma senja
selalu jingga. selalu tak terduga
tanya terurai:
mengapa jiwa belum juga terbuka
pada petaka negeri ini.

1998
Puisi: Suatu Waktu
Puisi: Suatu Waktu
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Penjahit

0 Response to "Puisi: Suatu Waktu"

Posting Komentar

close