Puisi: Bibir Merah Delima Karya: Wayan Jengki Sunarta
Bibir Merah Delima

wahai, bibir merah delima
beraroma arak dan tembakau
aku sungguh merindukanmu
seperti remang subuh
menanti cahaya pagi

rambutmu yang tergerai
serupa hutan tropika
memeram rahasia pengembara
ranum pinggulmu
pertapaan kaum sadhu

kukenang suaramu renyah
seperti gairah hujan
menyelinap ke dalam jiwaku
di lelangit kamar sepasang cicak saling tatap
aku bergumul dengan bantal dan selimut

bibir merah delimamu
yang beraroma arak dan tembakau
muncul dari dinding kusam kamarku
kujulurkan jemari tangan
tak ada yang bisa kuraih

nyanyian kodok seusai hujan
bau bunga kamboja di atas meja
seperti ingin meringkus malam
tenggelam dalam lamunan

di ujung kasur
seekor kucing mendengkur
jarum jam seakan berhenti berdetik
aku makin kehilangan cara
untuk sekedar terlelap tidur

2016
Puisi: Bibir Merah Delima
Puisi: Bibir Merah Delima
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Pemulung
Loading...

Post A Comment:

0 comments: