Gerimis Senja

Kulihat diriku di beranda
memandang senja
Menunggu gerimis tiba.
Sayap-sayap seruling mengepak
di antara cemas burung
pepohonan dan jalan yang menjauh.
 
Wajah senja mengeras batu
di udara terbuka
Angin menarik nafas panjang
di hutan-hutan pinus.
Kulihat Camus berdiri di teras luas
berwarna tembaga di kaki gunung
Tempat dia mengumpulkan
kristal keringat Sisifus.

Sebuah tempat dalam gelisah tidurku
Sebuah tempat Swarovski mengasah kristal
Sebuah tempat buat Edelweiss dan angsa
Lenyap oleh waktu yang tak henti berubah.

Jika sebuah tempat lelap dalam mimpi senja
Jika aku bukan bagian dari mimpi senyap itu
Apakah aku akan memperlambat langkahku?

Ketika Sisifus menatap puncak gunung
di altar senja
Ketika Camus memetik cahaya
dari serpihan kilat
Kudengar suara langkahku menjauh
Dari dunia yang aku percaya. 

Jika ini mimpi
Aku bagian mimpi itu
Mimpi yang membawa kembali
kenangan samar
Misteri tersembunyi di perut gunung.
Maka aku jadi batu
Jadi gunung 
Jadi keringat
Jadi gerimis senja
yang mendaki puncak gunung.

Puisi: Gerimis Senja
Puisi: Gerimis Senja
Karya: Frans Nadjira

Baca Juga: Puisi Balada Laut Tidore
Loading...

Post A Comment:

0 comments: