Jonggrang

seribu arca pahatan paruh malamku
telah kau sempurnakan
pada pucuk candi
pada puncak keinginan

impianku luruh
bersama pekik serak seribu gagak
tak ada lagi perhitungan
atau percintaan
dalam remang kelambu
pagi jelang
kokok ayam datang
seribu sengat kelabang
memburumu sarat kutukan

seribu dendam seribu rindu runtuh
lebam jiwamu yang telah batu
masih memeram gairah malamku
yang hijau yang haru
terkenang ibu

jonggrang,
kau telah jadi penunggu
cintaku yang dungu

1998
Puisi: Jonggrang
Puisi: Jonggrang
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Pengorbanan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: