Puisi: Malam Mabuk di Ubud Karya: Wayan Jengki Sunarta
Malam Mabuk di Ubud

kuziarahi lagi kau
dengan arak ramuan
mari bersulang
untuk kenang
demi kenang
dan kekonyolan kita

hujan pun henti
dalam kibasan tanganku
malam dan lelampu merkuri
gemetar di ujung jari

di depan Puri Ubud
celoteh berbaur sisa-sisa puisi basah
wajah demi wajah membasuh jiwaku
(masihkah kau kenang namaku?)

di jalan pulang kulihat Tjokot,
si pematung bungkuk itu
tertatih memanggul bongkah kayu:

“akan kupahat tubuhmu subuh nanti
jika bertemu Lempad, sampaikan salamku
belum usai dia gurat garis takdirku…”

aroma arak,
lirih gerimis,
malam igau
wahai, pejalan mabuk
di Ubud tak kau temukan dirimu.

2012
Puisi: Malam Mabuk di Ubud
Puisi: Malam Mabuk di Ubud
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi Peristiwa Pagi Tadi
Loading...

Post A Comment:

0 comments: