Nocturno

keheningan melingkupi diriku
wajahmu kembali berpendar di telaga
kurasa udara menyusup ke dalam jiwa
terperangkap dan gemetar di situ

batu ungu di jemari tanganku
meraba cahaya dari ubun-ubunmu

samudera dari segala samudera
menyatu dalam telaga jiwaku

batu surya dan batu purnama
berpadu di telapak tanganku
membaca segala tanda
dari cuaca paling kelabu

peri-peri tersedu
meratapi buah karma
yang kita telan bersama

raih tanganku
agar kau
tak kehilangan jejakku
di rimba rahasia

malam dan halimun
meretas batas yang getas
di mana kita mungkin
tak lagi berbekas...

Karangasem, Bali, 30 Oktober 2009
Puisi: Nocturno
Puisi: Nocturno
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Sapi
Loading...

Post A Comment:

0 comments: