Puisi: Suara Sahut-Menyahut, 6 Karya: Inggit Putria Marga
Suara Sahut-Menyahut, 6

dengarlah!, ketika kami kabarkan padanya bahwa kaki matahari patah, ia malah menjejalkan sampah ke mulut kami, hingga kami pun muntah dan berangsur enyah
dengarlah!, saat mereka tunjukkan padanya dada matahari yang pecah
ia hanya memerah dan melemparkan ludah ke muka mereka yang merona bagai tomat mentah
dengarlah!, sewaktu kalian berikan padanya kepala matahari yang terbelah
ia cuma mendesah dan membalas kalian dengan serapah:
“memberi itu padaku sama dengan membakar kayu basah!”

Juli, 2007
Puisi: Suara Sahut-Menyahut, 6
Puisi: Suara Sahut-Menyahut, 6
Karya: Inggit Putria Marga

Baca Juga: Puisi Asap
Loading...

Post A Comment:

0 comments: