Amsterdam - Batavia

Buah cengkeh, pala dan lada
Sengat menyumbat hidung dan telinga
Para pelaut dan pedagang walanda.
Angin kepulauan Maluku dan Banda
Mengabarkan timbunan rempah
Sampai ke lantai bawah tanah.

Amsterdam - Batavia sibuk menyiapkan
Palka, gudang dan peta.
Awak di buritan mengendus membaui
Harum rempah
Dan laut memercikkan kilauan emas
Pada mata mereka.

Jangkar dilempar , Meriam disulut
Bola-bola api bergema di Tidore,
Ternate, Banda dan Ambone.
Mereka menjejal perut kapal
Dan mencabut pepohonan sampai ke akar
Rempah dilebur, menjadi:
Tembok dan menara gereja

Penjara
Balai kota
Jalan raya
Istana
Dan Club Concordia

Sebagian digadai untuk menjadi bekal:
Amunisi
Keju
Roti
Buku
Lampu
Brendy
Noni dan Nyai

Sisanya dibawa ke rumah surga
Yang di tiap pintu ditulis Gloria
Di Kebon Jahe, Kober
Kapten Jas menunggu
Hermes, Mars, Apollo, Cupido, malaikat kecil,
Maria, dan Kristos
Menyambut dan menemani tidur mereka
setiap hari.

Sambil menunggu anak dan cucu mereka
kembali dari Batavia.
Di Amsterdam
Para oma merenda dan berceloteh
Para opa mengisap pipa dan minum teh
Sementara di beberapa rumah minum pinggir pantai
Para nakhoda pemabuk menangisi kawan mereka
Yang tercekik dalam lumpur becek
Batavia.

1998
Puisi Amsterdam - Batavia
Puisi: Amsterdam - Batavia
Karya: Zeffry J. Alkatiri

Baca Juga: Artikel Populer Berupa Opini
Loading...

Post A Comment:

0 comments: