Puisi: Di Seberang Metropole Karya: Esha Tegar Putra
Di Seberang Metropole

Kau lihat, anakku, ke arah tiang tinggi Metropole itu
hari depan dihampang dengan selembar karcis tontonan,

Dan dalam ruangan ini aku mainkan lagu tentang pelayaran
agar kau tahu, kita mesti terus berjalan, menghadang angin
buruk demi angin buruk, menerabas pinntu batu demi pintu batu.

Di balik gorden itu, gorden yang kelak musti kau sibak
seperti kau sibak pelan kelambutidur yang membatasi
pandanganmu pada langit-langit kamar bergambar
bintang-bintang bertabrakan, bulan seukuran limau manis
dan seekor kuda bersayap meniupkan debu cahaya. Kelak
musti kau sibak

Kau lihat, anakku, kereta terus melintas menghantarkan
orang-orang pada nasib yang telah diasam-digarami hari buruk

Dari sini kita akan melihat jam melepaskan jarum, dari sini kita
akan melihat palang-palang dibuka, dari sini udara akan
menebarkan harum getah damar dan kembang pagi, dan dari
sini pula akan kugadaikan isi dadaku agar kau tahu bahwa 
ada hari di mana pelayaran itu harus disudahkan

Jakarta, 2015
Puisi: Di Seberang Metropole
Puisi: Di Seberang Metropole
Karya: Esha Tegar Putra

Baca Juga: Puisi Pesan Sang Ibu
Loading...

Post A Comment:

0 comments: