Jakarta Hujan Jam 00.00

Dinginku dan dinginmu dan
menggigilnya angsana dan mahoni
sedangkan taman-taman menetes
dan mengalir ke mana burungku
dan burungmu yang pagi-pagi berkicau

sekarang cuma bangku beton
rumput-rumput berkilau jarum
ribuan jarum runcing dan
emas di bawah lampu sangat tinggi
di atas sana apakah Tuhan
juga basah sebab kodok-kodok
di manakah kodok harus berenang
dan bertelur sebab solar dan oli
plastik-plastik dan tutup botol banyak
juga kaleng-kaleng minuman semuanya
deras sampai kapan ngantuk menjadi tidur menjadi
mimpi dan hangat hingga nyamuk-nyamuk
datang hingga payung dan jas hujan
atau halte bis yang sempit tidak perlu
lagi cuma selimut atau teh hangat
boleh juga singkong dan tahu goreng tapi katamu
kau sangat rindu kuah bakso
jam taman menunjukkan 00.00
dan hujan masih.

Puisi Jakarta Hujan Jam 00.00
Puisi: Jakarta Hujan Jam 00.00
Karya: F. Rahardi

Baca Juga: Contoh Blog Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: