Kamar

kunyalakan kembali lilin
dalam kamar yang bertahun muram

angin yang membawa hujan
hampir memadamkannya
aku hanya bisa bertahan
hanya pada rambatan cahayamu

pintu kubiarkan terbuka
agar kau dapat menjenguk rasa sakitku
atau sesekali bermain kau dalam kamarku
mencoret dinding dengan warna warna
yang terkadang tak kusuka
tapi tak kuasa aku menolak kenakalanmu

saatnya tiba
lilin perlahan meleleh di meja kayu
namun cahaya selalu bertahan
di udara yang lain
di udara yang lain…

2000
Puisi Kamar
Puisi: Kamar
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Televisi
Loading...

Post A Comment:

0 comments: