Puisi: Lenggok Kopi Siang Karya: Esha Tegar Putra
Lenggok Kopi Siang

berpadu lagi talempong, gendang
dan bansi menekuk gemulai sendinya
aku dipukau lenggok
lenggokmu kutafsirkan seiring tiup kering kopi dingin
mata melayu berkedip bikin desir meninggi ke ubun-ubun
tapi sepi terlanjur berbaju dingin di puisi
seulas bibir basahmu adalah puncak dari tanjung
tempat luas laut kupandang, laut yang bikin karam pepulauan tubuh

O mak, berbasah bibir kau melenggok di kopi siangku
lentikmu kubalas kata, tarimu kubalas puisi
menarilah puisi

kafe sastra, 2007
Puisi: Lenggok Kopi Siang
Puisi: Lenggok Kopi Siang
Karya: Esha Tegar Putra

Baca Juga: Puisi Z
Loading...

Post A Comment:

0 comments: