Malam Mawar

terasa masih perih
jejak gigimu di bibirku

aku hanyut bagai lumpur
dan tak tahu terdampar
di negeri yang mana
setelah segala cinta
telah jadi puing luka

angin kembali mengantar
wangi tubuhmu
malam yang mawar
terbiasa dengan luka
hingga nyata apa yang ada
dalam pelukan sunyi

beri aku rasa luka
tikamkan perih itu ke jantungku
setelah selesai segala permainan

malam yang mawar
terasa masih perih
jejak gigimu di bibirku.

1996
Puisi: Malam Mawar
Puisi: Malam Mawar
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Contoh Puisi Elegi tentang Ibu
Loading...

Post A Comment:

0 comments: