Narsissus

aku merindukan bunga seroja di telaga
bukan hanya air bening
yang memantulkan anggun bayang wajahku

bertahun-tahun kuburu telaga dalam jiwaMu
namun hanya kutemui sungai-sungai mati
yang dihuni batu-batu dan memedi
terhampar penuh praduga di situ

aku menjelma bunga
di tepi telaga jiwaku sendiri
tapi bukan seroja atau teratai
melainkan bunga bangkai
yang aromanya memabukkanMu
bagai asap dupa dengan wangi aneh
yang diam-diam Kau cintai

mengapa selalu kita bertikai
perihal kesejatian diri
aku sudah cukup mengakuiMu
Kau pun masih mengasihiku
dengan segala pedih perih kelahiran
hingga belum jua kutahu
di mana akhir perjalanan

bagai bagau-bangau terbang jauh
akhirnya pulang ke sawah juga
begitulah yang pasti, aku akan kembali
ke telaga jiwaMu
dan berkubang penuh nikmat di situ

maka, berhentilah kita bertikai
tentang kebenaran dan kebeningan telaga
yang Kau ciptakan
yang menggodaku mengagumi diri sendiri

Agustus, 2006
Puisi: Narsissus
Puisi: Narsissus
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Setan

Post A Comment:

0 comments: