Nocturno

buka sedikit jendela
agar cahaya 
merambat leluasa
pada mata kita

aku lupa
siapa yang memajang potret kita
bersandingan di dinding tua itu

tubuhmu menyentuh
tubuhku,
pengembara tua yang terlunta
ribuan tahun
memburu sumur cahaya

aku terkenang sebuah kartu
bergambar mawar putih
pemberianmu
lalu waktu leleh
dalam genggaman malam

akhirnya, kutemukan sumur itu
tubuhmu melunaskan hausku
sejauh perjalanan
dari kubur ke kubur

2001
Puisi: Nocturno
Puisi: Nocturno
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi Masa Lalu
Loading...

Post A Comment:

0 comments: