Puisi: Pada Akhirnya Karya: Wayan Jengki Sunarta
Pada Akhirnya

pada akhirnya kita
akan bertemu di hampar samudra
bersama merayakan asin garam
mengurai abu menjadi serpih-serpih haru

kau dengar senja berkisah
pada dedaun ketapang
yang mengalunkan lagu rindu
ke pucuk-pucuk mercusuar
ke tiang-tiang layar yang patah
hingga pasir menyerap segala sisa kenangan
segala sisa buih yang membuncah-buncah
di tepian jiwamu
mungkin juga jiwaku

pada akhirnya kita adalah kata
yang gemetar di dua bibir
menakar jejak pasir di lingkar puting
memaknai langit yang mudah berganti rupa
atau bayang kelabu sepasang camar
yang tersesat dalam kelam badai

upacara belum usai
belum genap usia hari
tapi kau masih susuri pantai
yang sama berkali-kali
hingga kita kembali bertemu
dalam larutan garam dan abu
yang dulu-dulu juga

Desember, 2006
Puisi: Pada Akhirnya
Puisi: Pada Akhirnya
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Sujud

Post A Comment:

0 comments: