Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Sajak Penantian (Karya Budi Arianto)

Sajak Penantian I

I
dari beranda aku mencoba menatapmu
padahal gerimis dan tangis tak saling sapa
selain malam yang membangkitkan segala resah

II
disini aku berdiri tegak menatapmu
menatapmu! dengan kesungguhan, dengan ketulusan
dan aku akan tetap disini menatapmu
hingga kau kerlingkan matamu pada mataku

III
ada yang hanyut dalam lamunan kalut
sebab kenyataan selalu ada
dan aku ingin selalu menyapanya
mesti sekejab saja

IV
getaran itu membuat terpaku
sejenak saja
mengenang perjalanan waktu
mengemasnya dalam rindu
lalu mendung tiba-tiba menggayut
masih panjangkah perjalanan wahai

V
semalaman sudah kurajut mendung
sayang gerimis tak kunjung tiba
selain kembang layu tak sudah

VI
telah engkau tunjukkan dengan segala cintamu
telah engkau buktikan akan keberadaanmu
segalanya memang milikmu

Yogyakarta, September 2009
Puisi Sajak Penantian
Puisi: Sajak Penantian I
Karya: Budi Arianto

Baca Juga: Kumpulan Artikel Terbaru

Artikel Menarik Lainnya:

0 Comments:

Posting Komentar

close