Puisi: Tercium Belum

Tercium Belum

sesampai di tungkai darahku rokok
napasku mengepul dan
detak mataku meretap
panas, panas
bau sorga, bau neraka
bau tuhan, bau setan
sesampai di mata tercium napasku
yang lepas yang bergegas
yang jangan
jangan!

1978
Puisi Tercium Belum
Puisi: Tercium Belum
Karya: F. Rahardi

Baca Juga: Fashion Blog Indonesia

0 Response to "Puisi: Tercium Belum"

Posting Komentar