Air Mata Ibu

butiran bening yang menggelincir lewat pipi keriput dipahat angin dan waktu.
menjelmalah negeri-negeri yang penuh kenangan. menyanyikan tanah leluhur yang
tergusur.

kupeluk ibu. mereguk kasih sayang yang terus mengalir. dari mata air tak pernah
kering. menyirami ladang-ladang kerontang dalam dada.

dimanakah suara orang mengaji itu ibu? ketika malam berangkat subuh, ketika
tertidur aku di pangkuanmu.

siakah engkau ibu? melukisi matahari dengan jemari. memahati batu dengan
airmata. dalam dada anak-anakmu sepanjang waktu.

dan airmata itu melumuri mukaku. datang dari negeri jauh. tanah yang
ditinggalkan; sejak adam terusir dari surga

Malang, 1995
Puisi Air Mata Ibu
Puisi: Air Mata Ibu
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Judul Ayah
Loading...

Post A Comment:

0 comments: