Album Kenangan

bayang kenangan menderu
memasuki ruang-ruang kosong dalam dada
sebagai kebahagiaan atau kesedihan

karena masing-masing kita mempunyai masa lalu
sebagai sejarah yang ditulis pada buku waktu
tak usahlah risau membacanya lagi

kenangan, kenyataan serta harapan
adalah milik kita
ia hadir sepanjang usia, rentangan waktu

"namun kau teramat larut pada masalalu, 
sebagai kenangan yang memusar,
menenggelamkan dirimu pada kesedihan yang mendalam
sedang masa kini hadir sebagai kenyataan yang tak terelakan
dan masa depan membuka cakrawala harapan"

Malang, 19 Juli 1998
Puisi Album Kenangan
Puisi: Album Kenangan
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Monginsidi

Post A Comment:

0 comments: